Umum

Buku-buku Terbaik Topik Pertanian

January 21, 2019

Peluang Besar Bisnis Pertanian di Negara Agraris

Sebagai negara agraris yang memiliki lahan pertanian yang luas, profesi sebagai petani menjadi profesi yang dimiliki sebagian besar masyarakat Indonesia. Pertanian merupakan suatu kegiatan yang memanfaatkan sumber daya hayati yang dilakukan oleh manusia untuk bisa menghasilkan bahan baku industri, bahan pangan, sumber energy, serta dalam rangka untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan ini disebut juga sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi bagian dari sejarah Negara Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari masa colonial. Bahkan menurut sejarah negara-negara yang menjajah bangsa ini salah satu faktornya adalah karena kekayaan alam berupa rempah-rempah di Indonesia yang menjadi target mereka.

Sektor pertanian memiliki arti yang sangat penting dalam hal penentuan pembentukan berbagai macam realitas ekonomi dan sosial masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kendati demikian, generasi milenial jaman sekarang sepertinya semakin kurang tertarik dengan bidang pertanian ini. Banyak yang menganggap profesi petani adalah profesi yang kurang menghasilkan uang. Padahal jika kita mau belajar dari negara-negara maju seperti Jepang justru profesi petani menjadi salah satu profesi yang bisa menghasilkan keuntungan yang menggiurkan dengan catatan harus dengan pengelolaan yang baik. Untuk menjadi seorang petani atau orang-orang yang bergelut dalam bidang pertanian tentu harus memiliki ilmu terkait pembibitan, pengolahan tanah, pengelolaan dan perawatan tanaman serta pencegahan hama tanaman, hingga cara pemanenan dan pemasarannya. Karena untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut harus memiliki pemahaman dan tidak bisa sembarangan mengerjakannya. Karena jika tidak alhasil akan rugi dan malah tidak memberikan keuntungan.

Jika ingin menjadi seorang petani yang sukses tentu harus memiliki dasar-dasar pengetahuan yang baik terkait bagaimana mengolah tanah, bagaimana memilih bibit yang bagus, bagaimana proses membudidayakan tanaman tersebut, pengumpulan hasil, pendistribusian produk, pengolahan serta pengemasan produk, hingga pemasaran ke target pasar yang dituju. Dengan adanya ilmu yang dimiliki tentu seorang petani dapat memandang semua aspek-aspek tersebut dengan pertimbangan yang lebih efektif dan efisien agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

www.pexels.com

Tak cukup sampai disitu saja karena sisi pertanian industrial yang selalu menerapkan pertanian intensif harus memperhatikan lingkungannya atau disebut dengan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan ini dikenal juga memiliki variasi pertanian seperti pertanian permakultur dan organic yang mana jenis pertanian tersebut memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan dan lingkungan serta pengetahuan lokal sebaga faktor penting dalam penghitungan efektifitas dan efisiensinya. Sedangkan pada pertanian modern masa kini pada umumnya menerapkan sebagian komponen dari pertanian industrial dan berkelanjutan. Selain itu, dikenal pula pertanian ekstensif dan pertanian tradisional yang berbentuk subsisten yang dilakukan tanpa motif bisnis dan semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau kelompok.

Seorang pengusaha atau pebisnis dalam bidang pertanian tentu harus terlibat dalam aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan proses produksi, distribusi, konsumsi produk dan jasa pertanian tersebut. Sistem yang cenderung dipakai pada umumnya adalah sistem bagi hasil dan sistem feodal yang pernah terjadi di Eropa. Namun, pada abad ke-19 hingga perkembangannya sepanjang abad ke-20 produksi pertanian dengan teori umum terkait pemasaran dan bisnis sebagai suatu disiplin ilmu mulai dikombinasikan. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah terkait dengan kebijakan pemerintah suatu negara karena dapat mempengaruhi pasar produk pertanian seperti dalam hal pemberian pajak, tarif, subsidi, dan bea lainnya seperti kebijakan ekspor dan impor.

Rekomendasi Buku-buku Topik Pertanian

Disiplin ilmu yang berkaitan tentang pertanian penting untuk dipelajari agar bisa maksimal dalam mengelola lahan pertanian menjadi suatu bisnis atau usaha yang menguntungkan dan menyejahterakan. Berikut ini beberapa rekomendasi buku-buku topic pertanian yang bisa kalian jadikan referensi:

  1. Pengantar Ilmu Pertanian : Agraris Agribisnis Industri – Soetriono & Anik Suwandari
www.pexels.com

Buku ini disusun secara lengkap dan detail untuk memberikan informasi terkait cakupan ilmu pertanian yang semakin hari semakin luas mengikuti perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, kelembagaan, serta tata niaga pertanian. Buku Pengantar Ilmu Pertanian menyajikan pembahasan secara komprehensif dan menalam terkait ilmu dasar pertanian sekaligus pembangunan usaha tani. Pembangunan usaha tani yang dijelaskan dalam buku ini pun beragam mencakup pengembangan teknologi dalam mendukung diversifikasi pertanian, pengembangan alat dan mesin pertanian, kegiatan pasca panen, tata niaga pertanian, serta kebijakan dan strategi kebijakan pembangunan agribisnis.

Menariknya lagi, pada bab akhir buku penulis menyajikan informasi tentang konsep pembangunan berkelanjutan dalam konteks pertanian dalam rangka memenuhi tuntutan agenda pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan tentu saja dalam rangka untuk merespon ancaman krisis ekologis. Buku ini sangat direkomendasikan untuk para mahasiswa fakultas pertanian maupun para pelaku usaha di bidang ini. Sehingga perkembangan ilmu pertanian yang sudah berkembang semakin pesat dan kompleks tersebut dapat diaplikasikan dengan baik dalam prakteknya. Oh iya, kalau kamu punya blog dan butuh artikel terkait pertanian atau topik apapun, bisa order ke jasa penulis artikel ya. 🙂

www.pexels.com
  1. Ilmu Tanah Dasar-Dasar dan Pengelolaan – Prof.Ir.Muhajir Utomo, M.Sc., Ph.d. Dkk

 

Buku ini seakan menjawab permasalahan peningkatan permintaan akan kebutuhan pangan dan energy seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia. Itu artinya tugas pertanian menjadi semakin berat karena tidak hanya harus menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan saja. Melainkan ada tanggung jawab lain untuk tetap menyediakan bio-energi agar bisa mengantisipasi makin menipisnya ketersediaan energi fosil. Hal tersebut berarti juga bahwa kebutuhan akan lahan untuk pertanian dan pembangunan di sector lain pun semakin meningkat dari tahun ke tahun.

 

Saat ini hingga ke depan sisi pertanian sepertinya bakal menghadapi tantangan yang lebih kompleks seperti terbatasnya lahan pertanian produktif akibat alih fungsi lahan, meningkatnya degradasi lahan, serta menyusutnya ketersediaan air dikarenakan dampak perubahan iklim akibat global warming. Konsep dan tindakan pengelolaan yang dapat memberdayakan sumber daya tanah yang ada untuk pemberdayaan tanaman dan pembangunan berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan. Paling tidak harus terdapat enam fungsi ekosistem tanah yang harus diperhatikan, yaitu tanah sebagai media tumbuh, pengendali ketersediaan air, habitat organisme tanah, pendaur ulang alami, pengatur komposisi atmosfer, dan medium untuk keteknikan.

 

Buku ini sangat bermanfaat sebagai ilmu dasar untuk memberdayakan sumber daya tanah yang ada secara berkelanjutan. Sehingga buku ini sangat cocok untuk para mahasiswa ilmu pertanian maupun praktisi di bidang ini. Penulis membahas semua hal berkaitan dengan tanah dan pengelolaannya secara detail dalam 12 bab. Beberapa topik penting yang dibahas di antaranya adalah sumber daya tanah dan kehidupan di muka bumi, proses pembentukan tanah, sifat fisik tanah, sifat dan perilaku air tanah, ekologi tanah, siklus karbon dan bahan organic tanah, sifat dan progress kimia, tanah dan hara tanaman, pengelolaan kesuburan tanah, klasifikasi dan survey serta evaluasi lahan, hingga tentang tanah dan kualitas lingkungan.

www.pexels.com
  1. Pengatar Pengendalian Hama Tanaman – Hamim Sudarsono

 

Seringkali yang menjadi musuh utama para petani adalah hama tanaman karena hama tersebut dapat merusak hasil pertanian yang sudah susah payah ditanam hingga akhirnya menyebabkan gagal panen. Buku ini terdiri dari enam Bab yang mencakup pendahuluan, hama serangga, konsep hama, pengendalian hama, insektisida pertanian, hingga pengamatan dan sampling hama. Latar belakang dan pentingnya pengendalian hama untuk menyukseskan budidaya pertanian dibahas dalam bagian awal buku ini. Review dasar entomologi dan konsep hama pun dibahas secara gamblang dalam bab selanjutnya. Bagian yang paling banyak dibahas adalah tentang insektisida pertanian mengingat pengendalian hama secara kimiawi sendiri merupakan metode pengendalian yang paling banyak diterapkan oleh petani. Namun, terdapat pula sisi negative dari penggunaa insektisida pertanian yang juga disajikan informasinya dalam buku ini.

 

  1. Peluang Usaha dan Budi Daya Cabai (Edisi Revisi) – Wrisno dan Kres Dahana

 

Mencari buku tentang budidaya tanaman baik tanaman padi sebagai bahan makanan pokok, tanaman hortikultura, tanaman palawija, hingga tanaman sayur dan buah-buahan tentu sangat penting sebagai referensi sebelum mengambil keputusan akan mengambil tanaman apa yang akan dibudidayakan di lahan pertanian yang ada. Salah satunya adalah tanaman cabai yang cukup menjadi primadona di kalangan ibu-ibu rumah tangga untuk dijadikan bumbu dapur, pelaku bisnis kuliner, maupun industri cabai lainnya seperti industri saus, industri mie instan, industri bubuk cabai, hingga industri farmasi. Meningkatnya permintaan cabai yang senantiasa tak terpenuhi dan harganya yang relative tinggi dan sering berubah membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakan tanaman ini. Buku ini memberikan yang sangat berguna bagi para pemula yang ingin bertanam dan berbisnis cabai dengan penjelasan secara lengkap dan detail.

www.pexels.com
  1. Pemasaran Produk Pertanian – Ratya Anindita Nur Baladina

 

Setelah memahami dengan sangat baik terkait ilmu pembibitan, pengelolaan tanah, pengelolaan tanaman dan budidayanya, hingga persoalan pemberantasan hama, maka yang tidak kalah penting untuk dipelajari adalah yang berkaitan dalam hal pemasaran produk. Tentu sebagai seorang pebisnis harus berpikiran ke depan untuk menjadikan lahan pertanian tersebut sebagai lahan bisnis yang menghasilkan uang selain sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun kelompok. Produk-produk yang dihasilkan dari hasil pertanian harus dipanen, dioleh menjadi produk bahan pangan, didistribusikan, hingga akhirnya produk tersebut sampai ke tangan konsumen akhir.

www.pexels.com

Buku tentang pemasaran produk pertanian ini membahas secara lengkap mengenai pendekatan analisis pasar, penawaran dan permintaan, proses dan metode penentuan harga, pengukuran struktur pasar dan kekuatan pasar, marjin dan biaya pemasaran, dan masih banyak lagi. Definisi ilmu pemasaran serta Structure Conduct and Performance  (SCP) menjadi salah satu pembahasan pokok dalam buku ini. Kebijakan pemasaran produk pertanian pun tak luput menjadi bahasan akhir dalam hal pemasaran produk pertanian ini. Buku ini sangat cocok dan direkomendasikan sebagai pedoman bagi praktisi maupun mahasiswa yang ingin mempelajari lebih mendalam tentang ilmu pemasaran dalam pertanian dan bagaimana agar pasar di pertanian seharusnya berjalan shingga bisa mencapai kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Lahan pertanian yang begitu luas yang dimiliki negara yang memiliki sebutan negara agraris ini tentu sangat sayang jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan lahan tidak cukup hanya dengan pengelolaan dan budidaya tanaman dengan baik. Perencanaan yang matang mulai dari pembibitan hingga proses produksi dan pemasaran produk menjadi hal penting yang harus dilakukan dalam pengerjaannya. Sehingga kesejahteraan petani pun meningkat dengan adanya kesadaran akan pentingnya efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *